Selama tahun pertama, bayi sedikit demi
sedikit mulai memperluas cakrawala. Mereka mulai mendengarkan dan berinteraksi
dengan suara, benda dan orang selain pengasuhnya. Mereka akan mengenali
kata-kata dalam ucapan dan menunjukkan minat pada musik dan mainan yang
berisik. Bayi semakin banyak membuat hubungan antara kata-kata dan artinya
begitu mereka bisa mengikuti jari yang menunjuk atau mengarahkan pandangan
mereka pada benda. Oleh karenanya sangatlah penting bagi orang dewasa untuk
mendukung pengembangan hubungan kata ini dengan menunjukkan dan menamai
benda-benda sehari-hari, bercakap-cakap melalui rutinitas harian, dan
mengenalkan hal-hal baru kepada bayi.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Juli 2018
Minggu, 18 Februari 2018
Memaksimalkan Saat-saat Berdua dengan Bayi Umur 0-11 Bulan
Kelanjutan
dari artikel: Mengembangkan Keterampilan Berkomunikasi bagi Bayi Usia 0-11 Bulan: Kegiatan Efektif
- Tatap wajah bayi Anda saat Anda berbicara, membungkuk dan buat kontak mata.
- Ajukan pertanyaan menggunakan suara yang keibuan, jeda dan beri waktu bayi untuk membuat bunyi sebagai balasan.
- Mainkan permainan jenis ciluk-ba yang sederhana dengan bayi Anda. Nyanyikan sajak dan lagu untuk mengenalkan nada.
- Tirukan bunyi yang dibuat oleh bayi. Hal ini akan mendorong lebih banyak bunyi yang akhirnya menjadi kata-kata.
- Buat jarak bayi 20-25 cm dari wajah Anda saat Anda berbicara kepadanya - hal ini membantu mereka fokus.
Senin, 12 Februari 2018
Mengembangkan Keterampilan Berkomunikasi bagi Bayi Usia 0-11 Bulan: Kegiatan Efektif
Kelanjutan dari artikel: Mengembangkan Keterampilan Berkomunikasi bagi Bayi Usia 0-11 Bulan: Tinjauan
Ide-ide untuk mengenalkan atau memperkuat
Meskipun jarang ada bayi nol bulan di
prasekolah, semakin banyak prasekolah yang menerima bayi yang usianya baru tiga
atau empat bulan. Banyak pengasuh menghabiskan beberapa waktu selama karirnya
bekerja di lingkungan rumah sebagai babby sister atau pengasuh anak.
Rabu, 07 Februari 2018
Mengembangkan Keterampilan Berkomunikasi bagi Bayi Usia 0-11 Bulan: Tinjauan
Bayi dilahirkan dengan keinginan untuk
berkomunikasi dan telah mempunyai sejumlah kecakapan untuk melakukan hal
tersebut. Bayi belajar tentang dunia melalui indera mereka dan oleh karenanya
mata, perabaan dan bunyi adalah kunci untuk mengembangkan keterampilan awal
ini. Melalui tangisan, gerakan tubuh, dan kontak mata mereka mencari respons
dan ingin berinteraksi dengan orang-orang paling dekat dengan mereka.
Kamis, 28 Desember 2017
Membentuk Pribadi Super pada Anak: Mandiri dan Bertanggungawab
Kelanjutan dari artikel: Membentuk PribadiSuper pada Anak: Time Out dan Grounded
Banyak orangtua mengeluh betapa kewalahannya
mereka saat anak-anak tidak mau hidup mandiri, seperti misalnya harus disuapi
saat makan, padahal sudah waktunya berangkat kerja. Atau ketika jam menunjukkan
pukul 8 teng (bayangkan jam masuk kerja Anda adalah pukul 8 atau bahkan kurang),
Anda masih disibukkan dengan urusan anak. Jika pun Anda dapat mengatasinya,
pasti pagi Anda menjadi super padat. Keadaan ini akan terus terjadi selama anak
Anda tidak mau mandiri dan bertanggung jawab.
Rabu, 27 Desember 2017
Membentuk Pribadi Super pada Anak: Time Out dan Grounded
Kelanjutan dari artikel: Membentuk Pribadi Super pada Anak: Disiplin Dalam Tugas dan Aturan
Prinsipnya, langkah pendisiplinan setiap anak berbeda. Tidak ada yang lebih nyata dari keunikan setiap anak. Setiap anak akan memberikan respon yang berbeda terhadap disiplin yang dicoba diterapkan orangtua. Anda perlu memperhatikan hal apa yang sebenarnya dapat menjadi motivator mereka dalam melakukan suatu hal.
Prinsipnya, langkah pendisiplinan setiap anak berbeda. Tidak ada yang lebih nyata dari keunikan setiap anak. Setiap anak akan memberikan respon yang berbeda terhadap disiplin yang dicoba diterapkan orangtua. Anda perlu memperhatikan hal apa yang sebenarnya dapat menjadi motivator mereka dalam melakukan suatu hal.
Time Out
Rabu, 20 Desember 2017
Membentuk Pribadi Super pada Anak: Disiplin Dalam Tugas dan Aturan
Kelanjutan dari artikel: Membentuk Pribadi Super pada Anak: Cerdas Spiritual
Sebuah peraturan, sebagus apa pun itu pasti dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk melakukannya. Kita semua mengetahui “membuat aturan itu jauh lebih mudah daripada menjalankannya”. Nah, masalahnya mendisiplinkan anak tidaklah semudah membalikkan telapan tangan. Sebagai contoh, bayangkan bahwa Anda sudah membuat kesepakatan dengan anak Anda bahwa pukul 18.30-20.00 malam adalah waktunya belajar. Kebetulan, jam-jam tersebut adalah jam kepulangan Anda dari kantor. Apa yang Anda lakukan jika pada saat Anda membuka pintu rumah (dan jam-jam itu adalah waktu belajar), Anda mendapati anak Anda masih asyik bermain game? Marah, berteriak, atau mengatakan hal-hal yang sudah umum para orangtua katakan, seperti kalimat “Matikan gamenya sekarang, masuk kamar dan belajar!” Meskipun para psikolog tidak membenarkan cara seperti itu, toh kebanyakan orangtua melakukannya.
Sebuah peraturan, sebagus apa pun itu pasti dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk melakukannya. Kita semua mengetahui “membuat aturan itu jauh lebih mudah daripada menjalankannya”. Nah, masalahnya mendisiplinkan anak tidaklah semudah membalikkan telapan tangan. Sebagai contoh, bayangkan bahwa Anda sudah membuat kesepakatan dengan anak Anda bahwa pukul 18.30-20.00 malam adalah waktunya belajar. Kebetulan, jam-jam tersebut adalah jam kepulangan Anda dari kantor. Apa yang Anda lakukan jika pada saat Anda membuka pintu rumah (dan jam-jam itu adalah waktu belajar), Anda mendapati anak Anda masih asyik bermain game? Marah, berteriak, atau mengatakan hal-hal yang sudah umum para orangtua katakan, seperti kalimat “Matikan gamenya sekarang, masuk kamar dan belajar!” Meskipun para psikolog tidak membenarkan cara seperti itu, toh kebanyakan orangtua melakukannya.
Kamis, 14 Desember 2017
Membentuk Pribadi Super pada Anak: Cerdas Spiritual
Kelanjutan dari artikel: Membentuk Pribadi Super pada Anak: Kedekatan Emosional tidak sama Dengan Kedekatan Fisik
Menurut Donah Zohar dan Ian Marshall (penulis terkenal dari Harvard University dan Oxford University), kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai, kecerdasan menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, serta kecerdasan untuk menilai bahwa jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan orang lain. Kecerdasan ini tidak hanya untuk mengetahui nilai-nilai yang ada, tetapi juga secara kreatif menemukan nilai-nilai baru. Bahkan, melalui penelitiannya mereka mengungkapkan bahwa sesungguhnya kecerdasan manusia yang paling tinggi terletak pada kecerdasan spiritualnya.
Rabu, 13 Desember 2017
Membentuk Pribadi Super pada Anak: Kedekatan Emosional Tidak sama dengan Kedekatan Fisik
Kelanjutan dari artikel: Membentuk Pribadi Super pada Anak
Sebagai sebuah ilustrasi, ketika dua orang teman lama bertemu secara kebetulan dalam sebuah acara, salah seorang dari mereka bercerita bahwa kedua anaknya sangat nakal dan liar. Susah diatur dan bandel. Selalu saja ada ulah yang merugikan orang lain. Bahkan, pihak sekolahpun sudah angkat tangan.
Sebagai sebuah ilustrasi, ketika dua orang teman lama bertemu secara kebetulan dalam sebuah acara, salah seorang dari mereka bercerita bahwa kedua anaknya sangat nakal dan liar. Susah diatur dan bandel. Selalu saja ada ulah yang merugikan orang lain. Bahkan, pihak sekolahpun sudah angkat tangan.
Senin, 11 Desember 2017
Membentuk Pribadi Super pada Anak
Kesibukan selalu menjadi penghalang bagi
kebanyakan orangtua untuk mempunyai anak dengan kepribadian SUPER. Tidak jarang
di antara mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pengasuh anak atau sekolah.
Padahal, tugas mendidik anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada orang
lain. Anda sebagai orangtua harus tetap campur tangan dalam mendidik anak agar
nantinya tidak ada penyesalan.
Selasa, 15 Agustus 2017
Pola Perkembangan Intelektual Anak
![]() |
| Pola Perkembangan Intelektual Anak |
Perkembangan kognitif mengacu pada
perkembangan anak dalam berpikir dan kemampuan untuk memberikan alasan.
Perkembangan kognitif dapat digambarkan sebagai kapasitas bertumbuh untuk
menyampaikan dan menghargai maksud dalam penggunaan beberapa sistem simbol yang
secara kebetulan ditonjolkan dalam suatu bentuk pengaturan. Sistem simbol ini
meliputi kata-kata, gambaran, isyarat dan angka-angka.
Pola Perkembangan Emosional Anak
![]() |
| Pola Perkembangan Emosional Anak |
Perkembangan emosional,
seperti perkembangan fisik dan sosial, mengikuti tahapan perkembangan yang
dapat dapat diramalkan tentang pertumbuhan. Bayi bereaksi terhadap emosi apa
pun dengan mengeluarkan suara tangisan yang tidak dibedakan. Ketika bayi tumbuh,
tangisan ini mulai dapat dibedakan dan digunakan untuk mencerminkan berbagai
emosi.
Pola Perkembangan Sosial Anak
![]() |
| Pola Perkembangan Sosial Anak |
Sebagaimana perkembangan
fisik anak yaitu gerakan fisik pertama anak yang tidak dapat dibedakan, di mana
anak bergerak kemana-mana secara tiba-tiba ketika ada hal yang menarik
perhatian mereka. Perkembangan sosial dan emosional bayi juga tidak dapat
dibedakan, pada respon yang diberikan terhadap suatu stimulus seperti lapar
atau dingin maka akan menimbulkan tangisan yang tidak dikhususkan bagi stimulus
tersebut.
Pola Perkembangan Fisik Anak
![]() |
| Pola Perkembangan Fisik Anak |
Perkembangan fisik berlangsung secara
teratur, tidak secara acak. Perkembangan bayi ditandai dengan adanya perubahan
dari aktivitas yang tidak terkendali menjadi suatu aktivitas yang terkendali.
Adalah merupakan hal yang mudah untuk mengamati aktivitas bayi yang tidak
terkendali. Jika bayi sedang bergerak maka seluruh tubuhnya akan ikut bergerak,
sedangkan kaki dan lengan juga akan ikut bergerak-gerak.
Jumat, 11 Agustus 2017
Multiple Intelligences, Kecerdasan Kinestik
![]() |
| Multiple Intelligences, Kecerdasan Kinestik |
Kecerdasan
kinestik meliputi kemampuan fisik, seperti kecepatan, kelenturan, kekuatan,
dll. Anak yang memiliki kecerdasan kinestik lebih sering berprestasi dalam
bidang olahraga dan seni tari. Hal ini dikarenakan kedua cabang itu membutuhkan
kelenturan dan kekuatan. Meskipun
banyak prestasi diraih dalam kedua cabang itu, dalam cabang lain belum tentu si
anak mampu mengikutinya. Bahkan, tak jarang anak mengalami kesulitan.
Multiple Intelligences, Kecerdasan Eksistensial
![]() |
| Multiple Intelligences, Kecerdasan Eksistensial |
Howard
Gardner (Bapak Kecerdasan Ganda) merumuskan kecerdasan ini sebagai kecerdasan
yang menaruh perhatian besar pada masalah hidup yang paling utama dan hakiki,
seperti hal-hal yang berbau filosofis. Para filsuf dan orang-orang seperti
teolog, kiai, pastur, pendeta, biksu, yogi dikategorikan sebagai orang-orang
yang sangat menonjol dalam kecerdasan eksistensialnya.
Multiple Intelligences, Kecerdasan Sosial
![]() |
| Multiple Intelligences, Kecerdasan Sosial |
Kecerdasan
Sosial adalah kecerdasan untuk memahami orang lain dan pandai membawa diri saat
berada dalam lingkungan sosial. Beberapa anak mungkin sulit mempunyai
kecerdasan sosial. Hal ini dikarenakan setiap anak mempunyai kepribadian yang
berbeda, ada yang pendiam, ada yang suka berbicara bahkan ada pula anak yang
cenderung pemalu.
Multiple Intelligences, Kecerdasan Naturalis
![]() |
| Multiple Intelligences, Kecerdasan Naturalis |
Kecerdasan
naturalis berkaitan dengan seberapa besar anak mengenal alam. Apa yang akan dia
lakukan ketika berbaur dengan alam atau ilmu apa saja yang dapat diambil dari
alam. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis lebih suka belajar di alam
terbuka daripada ruang tertutup.
Multiple Intelligences, Kecerdasan Musikal
![]() |
| Multiple Intelligences, Kecerdasan Musikal |
Anak
yang memiliki kecerdasan musikal lebih mudah menghafalkan lirik-lirik lagu dan
not lagu. Meskipun misalnya lagu itu tidak terlalu terkenal atau tidak banyak
orang menyukainya. Cerdas musikal dapat dipengaruhi karena adanya faktor
keturunan atau terjadi secara alamiah karena sang bunda sering melakukan terapi
kecerdasan janin dengan musik.
Langganan:
Postingan (Atom)



















